Wednesday, January 23, 2019

WARUNG SOTO MBAH SALEH, MANTUL SOTONYA, ROMANTIS SUASANANYA

teamtouring.net
SELAIN dikenal sebagai kota seni-budaya dan pendidikan, Yogyakarta dikenal sebagai kota pariwisata. Disebut kota pariwisata, Yogyakarta memiliki segudang tempat wisata yang tersebar di wilayah kota dan empat kabupaten -- Sleman, Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul.
Selain wisata alam; Yogyakarta dapat dijadikan tujuan wisata sejarah, wisata religi, dan wisata kuliner. Berbagai macam kuliner yang dapat dinikmati saat berwisata di Yogyakarta, antara lain: gudheg, bakmi Jawa, pecel, lotek, gado-gado, nasi brongkos, nasi sayur lodeh, bakso, soto, dll. Aneka minuman dan aneka jajanan tradisional juga dapat ditemukan di kota ini.

Soto Mbah Saleh

teamtouring.net
SELAMA berkunjung di Yogyakarta, wisatawan sering menemukan banyak warung soto. Warung-warung soto di kota ini bukan hanya khas lokal, namun juga khas Kudus (Jawa Tengah) dan khas Lamongan (Jawa Timur). Sehingga, wisatawan dapat menikmati soto yang disesuaian dengan seleranya.
Salah satu warung soto khas Yogyakarta yang mulai dikunjungi banyak wisatawan dari luar kota adalah Warung Soto Mbah Saleh. Warung soto yang dapat ditemui di Jalan Wates KM 7, Pasekan, Balecatur, Gamping Sleman ini memiliki keunggulan tersendiri. Selain mantul rasanya, soto Mbah Saleh sangat terjangkau harganya.
Selain Soto, Warung Soto Mbah Saleh pula menyediakan menu bakso dan sop pada para wisatawan yang tidak kalah nikmat rasanya. Aneka minuman seperti jus buah, susu, teh, jahe, jeruk, kopi, wedang uwuh dapat ditemukan di Warung ini.

Terapi Ikan 
DI SAAT menikmati kuliner di Warung Soto Mbah Saleh, wisatawan dapat merelaksasikan diri dengan mendengarkan gemericik Sungai Konteng di samping warung itu yang memberikan suasana romantik. Wisataman muslim juga bisa menggunakan mushala di warung itu untuk bersembahyang dluhur atau ashar.
Selain dapat menikmati gemericik Sungai Konteng dan menggunakan mushala untuk bersembahyang, wisatawan dapat memanfaatkan kolam ikan di Warung Soto Mbah Salaeh untuk melakukan terapi kesehatan. Tetapi disarankan sebelum melakukan terapi ikan, hendaklah wisatawan memahami dulu mengenai manfaat dan risikonya.

-Sri Wintala Achmad-

Tuesday, January 22, 2019

Lonmen Warung Pojok Mak Tuti, Sensasi Tersendiri

http://dapurvinto.blogspot.com/p/wisa.html


TELUK Penyu merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di lokasi wisata yang terletak di Kecamatan Cilacap Selatan ini, para pengunjung dapat menikmati Segara Anakan dengan kapal-kapal tanki yang mengapung di permukaan laut serta Pulau Nusakambangan. Pengunjung pula dapat memasuki area wisata Benteng Pendem yang merupakan peninggalan kolonial Belanda.

 Bagi pemburu kuliner, lokasi wisata Teluk Penyu dapat dijadikan tujuan alternatif sewaktu berkunjung di Kota Cilacap. Di Teluk Penyu, pemburu kuliner dapat menikmati menu andalan warung-warung di sepanjang pantai yakni seafood. Selain seafood, pemburu kuliner dapat menikmati Lonmen. Makanan tradisional Cilacap yang merupakan paduan Lontong dan Mendoan.

Oleh sebagian orang, Lonmen sering disepelekan. Karena selain dianggap sebagai makanan rakyat, Lonmen sangat murah harganya. Meskipun terkesan remeh, kalau menyantap Lonmen sambil merasakan belaian semilir angin Teluk Penyu, serta menyaksikan bentangan Segara Anakan dan Nusakambangan; Anda akan menikmati sensasi rasanya. Rasa Lonmen yang gurih dan sedikit asin itu menjadi sempurna, bila Anda menikmatinya sambil mereguk kopi tawar.


Untuk menikmati Lonmen sambil menyaksikan alam di sekitar Teluk Penyu, Anda bisa mampir di Warung Pojok Mak Tuti. Disebut warung pojok, karena warung Mak Tuti ini berada paling ujung dari deretan warung sepanjang Pantai Teluk Penyu. Selain Lonmen, Warung Pojok Mak Tuti menyediakan Pecel khas Cilacap, aneka Seafood, dan aneka minuman, semisal: kopi, teh, susu, dan air kelapa muda.

Menurut pengakuan dari sebagian besar pengunjung, menikmati kuliner di Warung Pojok Mak Tuti memiliki banyak keuntungan. Selain harga kulinernya sangat terjangkau, pengunjung dapat menikmati alam sekitar Teluk Penyu. Tetapi, sebagian pengunjung mengeluh. Keluhan mereka yakni ketika tengah menikmati kuliner, datang beberapa kelompok pengamen dan pengemis. Sungguhpun begitu, Warung Pojok Mak Tuti tetap menjadi pilihan terdepan saat berlibur di Teluk Penyu.

-Sri Wintala Achmad-

Friday, January 18, 2019

Gudheg Mbah Jum, Rasa Mewah Harga Murah



KOTA Yogyakarta dikenal sebagai Kota Tak Pernah Tidur. Tersebut demikian, dikarenakan banyak orang masih berjaga, nongkrong, dan ngobrol sampai menjelang subuh. Tak heran bila beberapa warung makan yang buka khusus malam hari dikunjungi oleh banyak pelanggan.

Tetapi tidak semua warung makan di Yogyakarta buka selepas maghrib, salah satunya adalah Warung Gudheg Mbah Jum. Warung gudheg yang mangkal di seputar Perempatan Patangpuluhan Yogyakarta ini buka sejak jam 2 sampai habis jualannya ini. Selain menu gudheg yang lengkap dengan telor, ayam kampung, krecek, dan tahu plempung; warung gudheg ini pula menyediakan bubur yang sangat nikmat bila disantap pagi hari.

Untuk dapat menikmati seporsi gudheg Mbah Jum dan segelas teh hangat, Anda cukup mengeluarkan Rp 10.000 sampai 15.000. Bagi banyak pelanggan, harga itu dianggap sangat murah. Mengingat gudheg masakan Mbah Jum sungguh nikmat rasanya dan benar-benar khas Yogya. Para pelanggan pun akan merasa puas, karena seporsi gudheg yang mereka santap sudah membikin perut keroncongan menjadi kenyang.

Berkat rasa mewah harga murah gudheg masakan Mbah Jum, banyak pelanggan mulai berdatangan sejak warung buka. Agar Anda yang tengah berwisata di Yogyakarta tidak gagal mencicipi gudheg Mbah Jum, seyogyanya datang lebih awal. Jangan Anda datang jam 6 pagi bila tidak ingin kecewa. Dikarenakan  gudheg sudah laris manis terjual. [SWA] 

Sumber Gambar:
https://pesonajogja2017.wordpress.com

Thursday, January 17, 2019

Warung Kuliner Pak Yanto, Tempat Nguliner Saat Ziarah di Makam Raja-Raja Mataram Kotagede



MAKAM Raja-Raja Mataram di Kotagede merupakan salah satu lokasi wisata sejarah yang layak dikunjungi. Makam yang terletak di Dondongan, Jagalan, Bantul, Yogyakarta ini banyak dikunjungi para wisatawan sejarah dan  peziarah, terutama pada malam Selasa Kliwon, Jum’at Legi, dan Jumat Kliwon.

Bagi masyarakat Jawa, malam Jum’at Kliwon dianggap sebagai malam sakral dan waktu paling tepat untuk berziarah di makam para leluhur. Tidak heran kalau Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede kebanjiran para peziarah pada malam sakral itu. Mereka berdatangan di makam itu sejak selepas maghrib hingga menjelang tengah malam dengan menggunakan sepeda motor atau mobil.

Sesampai tujuan, sebagian peziarah melaksanakan nyekar di dalam makam Raja-Raja Mataram dengan berpakaian adat Jawa. Sebagian peziarah lainnya berdzikir atau berdoa menurut keyakinan masing-masing di luar pintu masuk makam. Sebagian peziarah lainnya lagi sekadar duduk sambil ngobrol di bangsal-bangsal, di halaman Masjid Agung Mataram, dan di warung-warung kuliner yang berada di luar benteng makam.

Terdapat satu warung kuliner yang ramai dikunjungi para wisatawan sejarah dan peziarah. Warung kuliner yang terletak di naungan Beringin Sepuh dan berdekatan dengan bangsal luar itu dikenal dengan Warung Kuliner Pak Yanto. Selain tempatnya enak buat ngobrol, nglaras, dan lek-lekan; warung ini sangat cocok untuk menikmati kuliner tradisi, seperti: nasi sayur oyok-oyok bayung, jadah (jadah bakar), tempe bacem, kara bacem, gembus bacem, dan wedang uwuh ala Kotagede.

Untuk dapat menikmati menu dan makanan tradisi di Warung Kuliner Pak Yanto, para wisatawan sejarah dan peziarah cukup mengeluarkan isi dompet senilai Rp 15.000 - Rp 25.000. Bagi sebagian mereka, tarip kuliner itu sangat murah. Mengingat mereka dapat menikmati kuliner tradisi sambil duduk lesehan di bangsal sejak habis maghrib sampai tutup warung pada ambang subuh.


-SWA-


Sumber Gambar:
https://tengakarta.wordpress.com
http://www.sangpengamat.com/2015
https://waliliquid.com
https://cookpad.com

Wednesday, January 16, 2019

WARUNG BAKMI DEPOK, PILIHAN FAVORIT PEMBURU KULINER BAKMI GODHOG JAWA



BILA melintasi jalan Wates-Yogya, Anda bisa mampir di Warung Bakmi Depok yang terletak di sisi tenggara perempatan Depok, Ambarketawang, Gamping, Sleman yang dibuka sesudah maghrib ini menyediakan menu “Bakmi Godhog”, “Bakmi  Goreng”, “Magelangan”, dan “Nasi Goreng” yang super dan khas rasanya.

Untuk dapat menikmati menu favorit Bakmi Godhog Jawa yang menggunakan mie pilihan, ayam kampung dan telor ayam kampung di Warung Bakmi Depok, Anda cukup mengeluarkan Rp 13.000. Bila memesan segelas teh panas atau jeruk panas, Anda cukup menambah Rp 3.000. Dengan Rp 16.000, Anda dapat menikmati menu andalan di Warung Bakmi Depok sambil beristirahat ketika lelah menempuh perjalanan panjang.

Agar tidak kehabisan menu yang dijajakan di Warung Bakmi Depok, sebaiknya Anda datang lebih awal. Sebab sesudah maghrib, warung ini sudah dibanjiri oleh para pelanggan. Mereka mengantri dengan sabar. Menunggu menu pesanan yang dimasak dengan memertimbangkan cita rasa khas dan memenuhi selera setiap pelanggan.

Tak percaya, buktikan saja!


-SWA-