Wednesday, February 6, 2019

MANGUNAN: DARI PINUS PENGGER HINGGA TIWUL AYU

http://instajogja.com

SANGAT layak bila Kabupaten Bantul (Yogyakarta) mendapat angkatan topi di dalam mengembangkan dunia pariwisata. Banyak lokasi wisata di wilayah Bantul berupa petilasan, makam, pantai, atau perbukitan yang bisa dikunjungi bersama keluarga atau kekasih Anda pada saat hari Minggu atau liburan panjang.

Beberapa lokasi wisata di wilayah Bantul yang berupa petilasan semisal Gua Slarong yang dijadikan pusat pertahanan Pangeran Dipanegara di dalam menghadapi pasukan Belanda, serta bekas istana Mataram di Pleret yang semula menjadi pusat pemerintahan Sunan Amangkurat I. Lokasi wisata (spiritual) berupa makam semisal Makam Raja-Raja Mataram Imogiri yang dibangun oleh Sultan Agung. Lokasi wisata berupa pantai, semisal: Parangtritis, Parangkusuma, Cemara Sewu, Depok, Samas, Gua Cemara, Baru, dan Kwaru. Lokasi wisata yang berada di perbukitan, terdapat di beberapa titik di wilayah Dlingo, Mangunan, Bantul.

Beberapa Lokasi Wisata di Dlingo (Mangunan)

DLINGO (Mangunan) memiliki beberapa lokasi wisata yang sangat memikat baik bagi wisatawan biasa, netizen, maupun fotografer. Mengingat lokasi-lokasi wisata yang mulai diidentikkan dengan "Alam Dewa" tersebut bukan sekadar nyaman untuk berlibur, namun bisa dijadikan setting selfie dan wefie, serta layak diabadikan gambarnya. Beberapa lokasi wisata yang bisa Anda kunjungi di Dlingo  dalam sehari penuh tersebut, antara lain:

Pinus Pengger

https://infojogja.id
Pinus Pengger merupakan salah satu wisata yang paling menarik di Dlingo bila dikunjungi pada malam hari. Karena dari puncak Pinus Pengger, wisatawan dapat menyaksikan taburan lampu-lampu di lembah yang menyerupai taburan bintang di langit.Bahkan menurut beberapa wisatawan, menyaksikan taburan lampu-lampu dari puncak Pinus Pengger lebih indah ketimbang dari Bukit Bintang, Gunungkidul.



Hutan Pinus Mangungan

https://travel.detik.com
Hutan Pinus Mangunan yang letaknya tidak jauh dari wilayah Imogiri ini sering disebut oleh para wisatawan dengan Hutan Pinus Imogiri. Di lokasi wisata Hutan Pinus Mangunan, para wisatawan dapat menikmati suasana sejuk karena pohon-pohon pinus yang tumbuh tinggi menjulang itu dapat meredam sinar matahari dengan rerimbun daunnya.

Di lokasi wisata Hutan Pinus Mangunan, para wisatawan dapat menikmati bunga-bunga yang bisa dijadikan latar belakang selfie dan wefie. Sementara bagi fotografer yang ingin mengabadikan landscape berupa lembah dan bentang perbukitan nan jauh di sana dapat menaiki menara bambu. Dari puncak menara itu, para fotografer dapat mengabadikan landscape ke dalam foto yang memesona.

Gardu Pandang Pinus Asri

https://exploreindo.com
Disebut Gardu Pandang Pinus Asri, karena dari gardu pandang tersebut, wisatawan dapat menikmati Hutan Pinus Mangunan. Sehingga kehijauan dedaunan pinus yang disaksikan menyerupai bentang lapangan hijau. Selain hutan pinus yang dapat dilihat dari kejauhan, wisatawan dapat menikmati langit yang memayungi hutan pinusKebun Buah Mangunan

Banyak wisatawan sering menyebutkan lokasi wisata Kebun Buah Mangunan dengan Negeri di Atas Awan. Kerena dari gardu pandang yang berada di lokasi wisata dengan ketinggian 200 m dari permukaan laut tersebut, para wisatawan dapat menyaksikan gumpalan awan yang mengambang di langit. Bagi fotografer, loksasi wisata ini sangat memanjakan imajinasinya.

Seribu Batu Sanggalangit

https://krjogja.com
Bagi wisatawan yang ingin memanjakan putra-putrinya sebaiknya memilih lokasi wisata Seribu Batu Sanggalngit. Di lokasi wisata ini, daya imajinasi anak-anak akan terpuaskan. Mengingat bangunan-bangunan yang terbuat dari reranting dan bebatang pohon tersebut seorang membawa anak-anak ke negeri lain. Selain dilengkapi dengan jembatan kayu, lokasi wisata dilengkapi dengan amphitheater yang sangat unik dan artistik.

Selain yang disebutkan di muka, Dlingo memiliki lokasi-lokasi wisata yang tidak kalah menariknya. Lokasi-lokasi wisata tersebut, antara lain: Grojogan Lepo Dlingo, Air terjun Randu Sari, Puncak Becici, Tebing Watu Mabur, Bukit Maja Gumelen, Bukit Panguk Kediwung, Bukit Lintang Sewu, Watu Goyang, dan Jurang Tembelan.

Aneka Kuliner di Dlingo (Mangunan)

http://jogja.tribunnews.com
Berbicara tentang dunia wisata tidak bisa dilepaskan dengan dunia kuliner. Sebagaimana lokasi-lokasi wisata yang lain, beberapa lokasi wisata di Dlingo (Mangungan) pula menjajakan aneka kuliner tradisi bagi berupa makanan maupun minuman bagi wisatawan.

Aneka makanan tradisi yang bisa dinikmati di beberapa lokasi wisata di Dlingo, antara lain: tiwul ayu, kupat tahu, gulai, soto, dll. Sementara aneka minuman yang tersedia, semisal: air es kelapa muda, wedang uwuh, jahe, kopi, atau teh. Namun dari sekian macam kuliner, tiwul ayu dan wedang uwuh merupakan kuliner khasnya.

Perlu Ekstra Hati-Hati

Bagi wisatawan yang ingin datang ke beberapa lokasi wisata di Dlingo (Mangunan) dihimbau untuk berhati-hati. Mengingat jalan dari Imogiri ke puncak bukit Dlingo cenderung sempit, menanjak, dan berliku-liku. Kehati-hatian pun perlu ditingkatkan ketika hujan turun. Mengingat banyak kerikil dan kerakal yang dibawa air hujan berserakan di tengah jalan. Karenanya, para wisatawan yang menggunakan sepeda motor atau mobil ketika akan mengunjungi atau meninggalkan puncak Dlinglo untuk tidak pol gas.  Semua ini demi keselamatan bersama.

Selamat berlibur di "Alam Dewa" Dlingo bersama keluarga dan kekasih tercinta Anda.

-Sri Wintala Achmad-

Monday, February 4, 2019

Pantai Gesing (Gunung Kidul), Indah Pantainya, Khas Kulinernya

https://niagatour.com/pantai-gesing/
Diakui bahwa Gunungkidul (Yogyakarta) memiliki banyak lokasi wisata yang sangat menakjubkan karena terkesan masih alami. Salah satu lokasi wisata di Gunungkidul yang layak dikunjungi adalah Pantai Gesing. Suatu pantai yang berdekatan dengan Pantai Ngobaran ini terletak di Panjolomulyo, Girikarto, Panggang, Gunungkidul.

Banyak orang bilang, "Pantai Gesing merupakan surga tersembunyi." Mengingat pantai Gesing berair laut dengan warna kehijaubiruan. Sepanjang pantai berpasir putih. Ombak yang pecah di bebatuan karang membangun nuansa romantik. Pepohonan berdaun rimbun yang membentang di sepanjang tepi pantai menambah keasriannya.    

Bagi wisatawan yang berkunjung di Pantai Gesing tidak akan kecewa. Karena selain memasuki lokasi wisata yang hanya dikenakan beaya parkir, wisatawan dapat menikmati suasana pantai yang masih perawan, karena tidak ada polesan ekstrim di sana sini. 

Sehingga pantai ini cocok digunakan untuk menghabiskan waktu libur bersama pacar, suami/istri, kawan, sahabat, partner usaha, atau keluarga.Sambil menikmati suasana Pantai Gesing, wisatawan dapat melakukan selfie atau wefie dengan latar belakang batu karang atau hamparan laut biru.

https://www.superadventure.co.id
Sementara para penggila kuliner dapat menikmati ikan bakar yang sangat nikmat rasanya dan terjangkau harganya. Karena ikan itu bukan diimpor dari tempat lain, melainkan hasil tangkapan para nelayan yang tinggal di sekitar pantai.

Selain ikan bakar, wisatawan Pantai Gesing dapat menikmati segarnya air kelapa muda, dawet, dan makanan khas yang disedikan para penjaja kuliner dari wilayah setempat. Sehingga selama mengunjungi pantai itu, wisatawan tidak akan merasa khawatir ketika perut mulai keroncongan. Ketika pulang, wisatawan pun akan selalu terkenang-kenang dengan pantai konon menyerupai serpihan surga.

-Sri Wintala Achmad-


Sunday, February 3, 2019

"Alkid" dari Kuliner, Masangin, hingga Mobil Kayuh


BANYAK orang bilang, "Belum ke Yogya kalau belum ke Malioboro." Dari sini, mereka  bisa dikatakan telah termakan mitos: "Yogya identik Malioboro". Suatu pusat perbelanjaan yang dekat dengan Istana Kesultanan Yogyakarta, Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, Taman Budaya, Taman Pintar, Stasiun Tugu. Suatu pusat berbelanjaan dengan deretan toko-toko, supermarket, mall, dan pedagang kalilima. Di kawasan Malioboro pula terdapat hotel-hotel. Di mana para pengunjung dari luar kota atau luar negeri yang kemalaman bisa menginap di hotel dari kelas ekomoni sampai eksekutif.

Sejatinya anggapan banyak orang tentang "Yogya identik Malioboro" tidak benar. Namun bila Malioboro merupakan salah satu ikon Yogya adalah benar. Mengingat banyak tujuan wisata yang dianggap sebagai ikon Yogya. Beberapa tujuan wisata tersebut bukan hanya berada di Kota, melainkan pula di Sleman, Kulonprogo, Bantul, atau Gunungkidul. Tujuan wisata yang digunakan untuk berekreasi juga tidak harus berupa pusat perbelanjaan, pantai, perbukitan, petilasan, monumen, dan sebagainya; namun bisa berupa Alun-Alun Selatan Yogyakarta. Suatu lokasi wisata yang dikenal dengan Alkid (Alun-Alun Kidul).

Perkembangannya Alkid yang semula sebagai ruang publik untuk masyarakat setempat kemudian berubah menjadi lokasi wisata. Menurut hemat penulis, banyak wisatawan yang berkunjung di Alkid selantiasa melakukan salah satu dari tiga aktivitas rekreatif, yakni: menikmati kuliner, Masangin, dan naik odong-odong atau mobil kayuh full music.

Kuliner

MENJELANG matahari terbenam, banyak wisatawan mengunjungi Alkid. Sembari menikmati suasana sore, mereka duduk lesehan di tikar sambil menikmati kuliner khas berupa jagung bakar, tahu gejrot, cilok hits (cilok gajahan), kelapa muda, atau wedang ronde. Dengan wedang ronde, tubuh mereka akan dihangatkan ketika udara dingin mulai menggerayangi di ambang datang senja.

Bagi wisatawan yang datang selepas maghrib tidak perlu khawatir. Karena para penjaja kuliner yang berderet di trotoar tepian Alkid akan menggelar dagangannya sampai larut malam. Suasana akan menjadi romantis, ketika wisatawan tidak datang sendirian, namun beserta beberapa kawan, istri/suami, atau pacar. Karena aura lesehan Alkid yang merakyat tersebut bisa dijadikan tempat ngobrol alternatif atau sarana memererat kekerabatan dan cinta kasih.

Masangin

MASUK di tengah dua beringin kembar (ringin kurung) yang tumbuh berjajar dengan dedaunan merimbun tersebut dikenal dengan "Masangin". Persyaratan untuk memasuki celah dua beringin tersebut, kedua mata pelaku Masangin harus ditutup dengan selendang, sapu tangan, atau kain hitam yang bisa disewa seharga Rp 3.000.

Sesudah menutup mata dengan selendang, sapu tangan, atau kain hitam; wisatawan yang akan melakukan Masangin mengambil jarak dirinya dengan pohon ringin seputar 40-60 meter. Mereka kemudian berjalan dari arah utara ke arah selatan untuk menembus celah dua beringin kembar itu. Anehnya sebagian mereka gagal melakukannya. Bahkan di antara mereka yang berjalan dengan arah terbalik.

Sejatinya terdapat tips untuk dapat melakukan Masangin dengan sukses. Menurut salah seorang wisatawan yang tidak mau disebut namanya, Masangin harus dilakukan dengan hati jernih dan diawali doa. Ketika berjalan mendekatan sepasang beringin, pelaku Masangan harus yakindan okus pada salah satu telapak kaki. Kalau ada energi yang akan membelokkan telapak kaki ke kiri atau ke kanan, pelaku Masangin harus berhenti sejenak. Sesudah meluruskan kakinya, pelaku Masangin kembali melanjutkan langkah hingga menembus celah dari kedua beringin itu. Ketika tips ini dipraktikkan, banyak pelaku Masangin mengalami keberhasilan.

Odong-Odong atau Mobil Kayuh Full Music 

BAGI wisatawan yang membawa putra-putri untuk berekreasi di Alkid biasanya tidak melewatkan untuk memutari alun-alun dengan naik odong-odong atau mobil kayu full music. Kedua jenis kendaraan yang didesain menarik itu pula dihiasi lampu warna warni. Sehingga kalau malam hari, kedua jenis kendaraan yang mengelilingi alun-alun serupa pawai itu memberikan nuansa tersendiri.

Agar dapat naik odong-odong, para wisatawan harus mengeluarkan kocek seharga Rp 5.000. Sementara, tarif mobil kayuh full music seharga Rp 30.000 per putaran. Pematokan tarif oleh pengelola odong-odong dan mobil kayuh full music ini agar tidak berulangnya kasus pada tahun 2017. Di mana, wisatawan yang tengah naik odong-odong dikenakan tarif Rp 150.000 per putaran.

[Sri Wintala Achmad]